BMS IV
LAMONGAN — Jam’iyyah Ath-Thullab Madrasah Mu’allimin Mu’allimat Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat sukses menyelenggarakan kegiatan Bahtsul Masail Sughro IV untuk klasifikasi putra. Kegiatan musyawarah keilmuan ini dilaksanakan pada Kamis malam (20/8/2026) bertempat di Gedung Perpustakaan. Kegiatan yang digawangi oleh Departemen Keilmuan & Keagamaan (Sekbid Diskusi & Bahtsul Masail) ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan, pemahaman, serta nalar kritis para santri dalam mengkaji berbagai persoalan keagamaan terkini berdasarkan referensi kitab-kitab salaf (turats). Acara yang berlangsung mulai pukul 20.00 WIB ini dihadiri oleh 37 delegasi santri dari berbagai jenjang kelas. Jalannya forum musyawarah berlangsung dengan hangat dan penuh kedalaman argumen, didampingi langsung oleh Ust. Taufiq selaku Perumus. Dalam Bahtsul Masail Sughro IV kali ini, para peserta membedah beberapa persoalan penting yang relevan dengan kehidupan sehari-hari maupun kajian gramatika bahasa Arab, di antaranya: Hukum Menghirup Asap Rokok Orang Lain Saat Berpuasa (Fiqih - Kelas 6B): Forum membahas mengenai kasus seseorang yang berpuasa namun tak sengaja menghirup asap rokok dari orang di sekitarnya. Berdasarkan kajian teks kitab Hasyiyah al-Baijuri dan Fathul Mu’in, forum menyimpulkan bahwa puasa yang dijalani tetap sah. Hal ini dikarenakan asap yang terhirup dalam kondisi tersebut dikategorikan sebagai atsar (dampak/bekas) dan bukan masuknya 'ain (benda fisik) secara langsung yang membatalkan puasa. Hukum Menelan Dahak Saat Berpuasa (Fiqih - Kelas 3B): Musyawirin mengkaji hukum menelan kembali dahak yang sudah keluar hingga mencapai batas mulut (Hadd az-Zhohir). Berdasarkan referensi kitab Taqrirotus Sadidah dan Al-Iqna', disimpulkan bahwa tindakan menelan dahak yang sudah mencapai batas luar mulut dapat membatalkan puasa. Solusinya, santri yang mengalami hal tersebut diwajibkan untuk membuang/meludahkannya. Kajian Gramatika 'An Tahfif dalam Al-Qur'an (Nahwu - Kelas 6C): Selain bidang fiqih, forum juga membedah struktur bahasa Arab pada surat Al-Balad ayat 7 (أيحسب أن لم يره أحد). Hasil diskusi berlandaskan kitab Hasyiyah al-Hudlori menjelaskan bahwa lafaz أن pada ayat tersebut merupakan An-Tahfif (bentuk peninganan dari Anna) yang tetap beramal, dengan isim-nya berupa dhomir sya'n yang dibuang (mahdzuf). Melalui pelaksanaan Bahtsul Masail Sughro IV ini, diharapkan tradisi literasi, budaya musyawarah, dan pemahaman keagamaan santri Madrasah Mu’allimin Mu’allimat semakin kokoh serta mampu melahirkan generasi yang berwawasan luas dan berakhlaqul karimah.
Buka card dan komentar →